Tampilkan postingan dengan label Guru Penggerak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guru Penggerak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Juni 2021

Aksi Nyata 3.3 Perancangan Program Yang Berpihak Pada Murid

 

LAPORAN AKSI NYATA MODUL 3.3

WORKSHOP PENYUSUNAN RPP BERDIFERESIASI BERMUATAN KSE BAGI GURU DI SMP NEGERI 3 PETANG TAHUN 2021

 

A.    Peristiwa (fact)

1.     Latar Belakang tentang Situasi yang di hadapi

Untuk dapat melaksanakan pembelajaran dengan baik guru sudah seharusnya membuat persiapan yang matang. Salah satu hal penting yang menjadi bagian dari persiapan pembelajaran adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Fenomena yang ada selama ini, RPP yang dibuat oleh guru hanya sebatas memenuhi kewajiban administrasi.

Berdasarkan hasil wawancara, pengamatan, dan observasi yang dilakukan kepada rekan-rekan guru di SMP Negeri 3 Petang pada tahun pelajaran 2020/2021, RPP yang dibuat oleh guru sebagian besar merupakan hasil mendownload dari internet dan juga copy pasta dari sekolah lain. Hal ini tentunya kurang memberikan pengaruh baik pada guru dan murid karena RPP itu belum sepenuhnya mewakili keadaan sekolah dan siswa yang sebenarnya.

Selain itu ketika dilakukan penyebaran angket kepada siswa, nampaknya siswa lebih senang belajar jika guru memberikan tugas-tugas yang sesuai dengan bakat dan minat mereka. Sehingga semestinya guru merancang pembelajaran yang mampu mengakomodasi hal tersebut. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat mengakomodasi bakat, minat murid adalah pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid (Tomlinson, 2000). Dengan memperhatikan kesiapan, minat dan profil belajar murid, seoerang guru dapat menyelenggarakan pembelajaran ini.

Selain itu siswa juga menginginkan suasana pembelajaran yang santai, menyenangkan namun terarah yang selama ini sangat jarang mereka rasakan (lebih mengarahkan kondisi sosial-emosional di kelas). Murid lebih terkesan menerima perintah dari guru, tugas-tugas juga sudah ditentukan terpaku pada acuan yang diberikan guru. Sehingga pembelajaran terkesan kurang berpihak kepada mereka.

Pembelajaran akan berjalan dengan baik jika kita merencanakan dengan baik. Namun dari kenyataan yang ada yaitu guru lebih senang dengan RPP yang sudah jadi baik dengan meminta dari sekolah lain atau pun hasil mendownload, sudah barang tentu guru akan mengalami kendala ketika diajak untuk menyusun RPP dari awal. Karena minimnya pengalaman dan pengetahuan, maka sudah selaknyalah diadakan suatu kegiatan yang mampu memberikan pengetahuan dan pengalaman bagi para guru untuk menyusun RPP agar RPP yang disusun lebih mencerminkan situasi dan kondisi sekolah dan juga tentunya akan memudahkan siswa untuk belajar dan lebih berpihak pada siswa yaitu melalui kegiatan “Workshop Penyusunan RPP Berdiferensiasi bermuatan Pembelajaran Sosial-Emosional bagi guru di SMP Negeri 3 Petang.

 

 

 

2.     Alasan Mengapa melakukan aksi nyata

 Aksi nyata ini dilakukan dengan alasan 1). Ingin merubah kebiasaan guru dalam menyiapkan RPP, 2) ingin menambah pengetahuan guru dalam menyiapkan pembelajaran berdiferensiasi, 3) ingin menambah pengetahuan guru tentang pembelajaran social-emosional, 4) ingin meningkatkan keterampilan guru dalam menyusun RPP berdiferensiasi, 5) ingin mengembangkan program pembelajaran yang berpihak pada murid

 

3.     Hasil Aksi Nyata yang Dilakukan

3.1  Deskripsi Aksi Nyata

1.     Nama Kegiatan

Workshop Penyusunan RPP Berdiferesiasi Bermuatan KSE Bagi Guru di SMP Negeri 3 Petang Tahun 2021.

 

2.     Pelaksanaan

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu sampai Sabtu, 23-26 Juni 2021.

 

3.     Peserta

Seluruh guru SMP Negeri 3 Petang yang berjumlah 16 orang

 

4.     Metode

Metode yang digunakan dalam kegiatan ini:

a.   Ceramah, digunakan saat penyajian materi

b.   Diskusis, digunakan saat setelah penyajian materi

c.   Penugasan, digunakan saat peserta mendapat tugas

d.   Presentasi, digunakan untuk menyajikan hasil kerja guru

 

5.     Nara Sumber

Nara sumber berasal dari unsur pengawas sekolah atas nama I Wayan Pasta, S.Pd.,M.Pd dan salah satu guru SMP Negeri 3 Petang I Gede Joniarta, S.Pd.,M.Pd

 

6.     Kepanitiaan

Panitia berasal dari unsur guru dan pegawai SMP Negeri 3 Petang, yang terdiri atas Penanggung jawab, koordinator, ketua, sekretaris, bendahara dan anggota. Susunan kepanitia ditentukan berdasarkan hasil rapat.

 

7.     Materi

Materi yang disajikan dalam kegiatan ini antara lain:

a.   Kebijakan Pemerintah Kabupaten Badung dalam bidang pendidikan

b.   Overview pembelajaran Berdiferensiasi

c.   Overview Pembelajaran Sosial Emosional

d.   Teknik penyusunan RPP berdiferensiasi bermuatan KSE

e.   Praktik penyusunan RPP berdiferensiasi bermuatan KSE

 

 

8.     Jadual

No

Hari/Tanggal

Alokasi Waktu

Materi/Kegiatan

Penyaji

1

Senin, 21 Juni 2021

07.30-08.30

Persiapan Pembukaan

Panitia

08.30-09.00

Pembukaan

Kadisdik

09.00-10.00

Renstra Disdikpora

Kadisdik

10.00-10.30

Istirahat snack

Panitia

10.30-13.00

Konsep Dasar Kur.2013

Nara Sumber

13.00-13.30

Makan Siang

Panitia

13.30-15.00

Review Kurikulum satuan Pendidikan

Nara Sumber

15.00-17.00

Review Kurikulum satuan Pendidikan

Nara Sumber

2

Selasa, 22 Juni 2021

07.30-10.00

Overview Pembelajaran Berdiferensiasi

Nara Sumber

10.00-10.30

Istirahat snack

Panitia

10.30-13.00

Overview Pembelajaran Berdiferensiasi

Nara Sumber

13.00-13.30

Makan Siang

Panitia

13.30-15.00

Overview Pembelajaran Berdiferensiasi

Nara Sumber

15.00-17.00

Overview Pembelajaran Berdiferensiasi

Nara Sumber

3

Rabu, 23 Juni 2021

07.30-10.00

Overview Pembelajaran Sosial Emosional

Nara Sumber

10.00-10.30

Istirahat snack

Panitia

10.30-13.00

Overview Pembelajaran Sosial Emosional

Nara Sumber

13.00-13.30

Makan Siang

Panitia

13.30-15.00

Overview Penyusunan RPP Berdiferensiasi bermuatan KSE

Nara Sumber

15.00-17.00

Overview Penyusunan RPP Berdiferensiasi bermuatan KSE

Nara Sumber

4

Kamis 24 Juni 2021

07.30-10.00

Penyusunan RPP Berdiferensiasi bermuatan KSE

Nara Sumber

10.00-10.30

Istirahat snack

Panitia

10.30-13.00

Penyusunan RPP Berdiferensiasi bermuatan KSE

Nara Sumber

13.00-13.30

Makan Siang

Panitia

13.30-15.00

Presentasi hasil Penyusunan RPP

Nara Sumber

15.00-17.00

Validasi RPP dan kurikulum satuan pendidikan

Nara Sumber

 

9.     Monitoring dan Evaluasi

Monitoring adalah proses rutin pengumpulan data dan pengukuran kemajuan atas objektif program dan atau memantau perubahan, yang fokus pada proses dan keluaran. Monitoring menyediakan data dasar untuk menjawab permasalahan, sedangkan evaluasi adalah memposisikan data-data tersebut agar dapat digunakan dan diharapkan memberikan nilai tambah. Evaluasi adalah mempelajari kejadian, memberikan solusi untuk suatu masalah, rekomendasi yang harus dibuat, menyarankan perbaikan. Namun tanpa monitoring, evaluasi tidak dapat dilakukan karena tidak memiliki data dasar untuk dilakukan analisis, dan dikhawatirkan akan mengakibatkan spekulasi, oleh karena itu Monitoring dan Evaluasi harus berjalan seiring. Pada kegiatan workshop ini monitoring dilakukan dengan prinsip MELR (Monitoring, Evaluation, Learning, and Reporting)

 

3.2  Hasil Aksi Nyata

Hasil yang diperoleh selama menjalankan aksi nyata ini adalah: Guru mengembangkan perangkat pembelajaran berupa RPP Berdiferensiasi bermuatan KSE. Dari 16 orang guru mata pelajaran, 16 orang (100%) guru sudah menghasilkan RPP berdiferensiasi bermuatan KSE sesuai dengan format yang diberikan dan perolehan skor rata-rata sebesa 92,43 dengan kategori sangat baik.

 

Hasil monitoring yang dilakukan dengan penyebaran angket kepada peserta workshop diperoleh informasi bahwa kegiatan workshop berjalan dengan sangat baik dengan skor rata-rata 3,64 dengan kategori sangat baik ditinjau dari segi persiapan, pelaksanaan.

 

3.3  Refleksi Aksi Nyata

Hal baik yang di dapat dari aksi nyata ini adalah para guru bersemangat untuk mengukuti kegiatan workshop. Dan para guru juga sudah mampu membuat RPP berdiferensiasi bermuatan KSE untuk pembelajaran. Namun kendati pun demikian masih ada kekurangan pada beberapa item yang diminta dalam instrument validasi RPP, dan guru yang belum mampu mencapai skor maksimal dalam membuat RPP berdiferensiasi bermuatan KSE diupayakan akan terus dibina melalui pendampingan.

 

3.4  Rencana Perbaikan di Masa Mendatang

Berdasarkan temuan tersebut, maka diambil tindakan perbaikan berupa pendekatan kepada guru yang bersangkutan dan dilakukan pembimbingan secara mandiri di sekolah serta melalui telepon.

Bagi guru-guru yang sudah mampu membuat RPP berdiferensiasi bermuatan KSE diberikan apresiasi dan penghargaan atas kerja sama dan produk yang dihasilkan

 

B.    Perasaan (Feelling)

Saya merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Karena bagaimana pun juga saya selaku CGP dapat menerapkan pengetahuan yang saya peroleh selama mengikuti diklat ini di sekolah saya khususnya dalam kegiatan workshop penyusunan RPP berdififerensiasi bermuatan KSE. Dan di samping itu juga tugas saya selaku kepala urusan kurikulum juga dapat diselesaikan dengan baik antara lain untuk membuat persiapan perangkat pembelajaran pada tahun pelajaran 2021/2022.

 

 

C.    Pembelajaran (Finding)

Pembelajaran penting yang saya peroleh yaitu bahwa untuk mewujudkan pelaksanaan pembelajaran yang berpihak pada murid, satu hal penting yang harus disiapkan dengan baik adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran berupa RPP berdiferensiasi bermuatan KSE.

 

 

D.    Penerapan Kedepannya (Future)

RPP yang sudah dibuat untuk selanjutnya akan digunakan dalam pembelajaran mulai tahun pelajaran 2021/2022. Disaat penerapan RPP berlangsung, para guru juga akan melakukan revisi untuk penyempurnaan RPP berikutnya. Karena dari tahun ke tahun kondisi dan karakter murid sudah pasti akan mengalami perubahan sehingga RPP pun harus menyesuaikan dengan karakter murid yang baru.


.Dokumentasi Kegiatan


Gambar 01. Kegiatan Pembukaan workshop

Gambar 02. Peserta mengikuti kegiatan workshop

Gambar 03. Pemaparan Materi dari Penyaji

                                            Gambar 04. Penyaji mendampingi peserta 
                                                                mengerjakan tugas







Senin, 08 Maret 2021

Pembelajaran Sosial dan Emosional

 

2.2.a.9. Koneksi Antar Materi - Pembelajaran Sosial dan Emosional

 

Pembelajaran Sosial dan Emosional

Oleh

I Gede Joniarta_CGP Kab. Badung

Link : https://youtu.be/aJntjJ92vck

Pembelajaran Sosial dan Emosional adalah pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif seluruh komunitas sekolah. Proses kolaborasi ini memungkinkan anak dan orang dewasa di sekolah memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif mengenai aspek sosial dan emosional. Pembelajaran sosial dan emosional bertujuan untuk : 1) memberikan pemahaman, penghayatan dan kemampuan untuk mengelola emosi, 2) menetapkan dan mencapai tujuan positif, 3)merasakan dan menunjukkan empati kepada orang lain, 4) membangun dan mempertahankan hubungan yang positif,  serta 5) membuat keputusan yang bertanggung jawab. 

Pembelajaran sosial dan emosional dapat diberikan dalam tiga ruang lingkup: 1. Rutin: pada saat kondisi yang sudah ditentukan di luar waktu belajar akademik, misalnya kegiatan lingkaran pagi (circle time), kegiatan membaca setelah jam makan siang 2. Terintegrasi dalam mata pelajaran: misalnya melakukan refleksi setelah menyelesaikan sebuah topik pembelajaran, membuat diskusi kasus atau kerja kelompok untuk memecahkan masalah, dll. 3. Protokol: menjadi budaya atau aturan sekolah yang sudah menjadi kesepakatan bersama dan diterapkan secara mandiri oleh murid atau sebagai kebijakan sekolah untuk merespon situasi atau kejadian tertentu. Misalnya, menyelesaikan konflik yang terjadi dengan membicarakannya tanpa kekerasan, mendengarkan orang lain yang sedang berbicara, dll.

Pembelajaran Sosial-Emosional (PSE) adalah hal yang sangat penting. Pembelajaran ini berisi keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan anak untuk dapat bertahan dalam masalah sekaligus memiliki kemampuan memecahkannya, juga untuk mengajarkan mereka menjadi orang yang baik. PSE mencoba untuk memberikan keseimbangan pada individu dan mengembangkan kompetensi personal yang dibutuhkan untuk dapat menjadi sukses. Bagaimana kita sebagai pendidik dapat menggabungkan itu semua dalam pembelajaran sehingga anak-anak dapat belajar menempatkan diri secara efektif dalam konteks lingkungan dan dunia. Pandangan kuno menyatakan bahwa pengetahuan adalah informasi yang dapat ditransfer ke otak seperti jenis perlengkapan mesin mekanis. Yang benar adalah, pengetahuan bersifat konstruktif; yang benar adalah semua proses pembelajaran bersifat relasional; yang benar adalah emosi menarik perhatian, dan perhatian mendorong terjadinya proses belajar.

PSE adalah mengenai bagaimana kita menjalankan sekolah. Pembelajaran social emosional adalah tentang pengalaman apa yang akan dialami siswa, apa yang dipelajari siswa dan bagaimana guru mengajar. Kita dapat merancang bagaimana sekolah dan ruangan kelasnya, bagaimana waktu belajar, ruang-ruangan yang ada di sekolah, hubungan dengan komunitas sekolah dan keluarga dan yang lainnya sebagai tempat pertukaran pengetahuan, pengetahuan tentang dunia; pengetahuan tentang diri sendiri dan pengetahuan tentang orang lain yang berinteraksi dengan kita. Pengalaman-pengalaman tersebut membantu membentuk bagaimana siswa memahami diri mereka sendiri dan orang lain. Dengan demikian kita berbicara tentang anak secara utuh. Apakah anak kita memiliki kesadaran diri, apakah mereka memiliki pemahaman kesadaran sosial, apakah mereka mampu mengambil keputusan yang baik dan bertanggung jawab. Baru setelah itu, kita membahas mengenai konteks akademis dan semua keterampilan-keterampilan penting yang kita butuhkan untuk dapat berhasil dalam hidup. Anak belajar saat hati mereka terbuka, terhubung dengan lingkungan sekitar serta adanya tujuan. Belajar adalah keajaiban. Melalui pembelajaran sosial-emosional, kita menciptakan kondisi yang mengizinkan semua anak mengakses keajaiban tersebut.

Pembelajaran Sosial dan Emosional berbasis Kesadaran Penuh (Mindfulness Based Social Emotional Learning). Kesadaran penuh (mindfulness) muncul saat seorang sadar sepenuhnya pada apa yang sedang dikerjakan, atau dalam situasi yang menghendaki perhatian yang penuh. Misalnya, seorang anak yang terlihat asyik bermain peran dengan menggunakan boneka tanpa terganggu oleh suara sekitarnya, murid yang sedang memainkan musik, menikmati alur cerita dalam bacaan, menikmati segelas teh hangat, atau menikmati pemandangan matahari terbenam, atau guru yang sedang mendengarkan murid dengan penuh perhatian. Intinya adalah adanya perhatian yang dilakukan secara sadar dengan dilandasi rasa ingin tahu dan kebaikan. Latihan berkesadaran penuh (mindfulness) menjadi sangat relevan dan penting bagi siapapun untuk dapat menjalankan peran dan tanggung jawabnya dengan bahagia dan optimal. Ini termasuk bagi pendidik, murid bahkan juga untuk orangtua. Latihan tersebut sebenarnya sudah banyak diterapkan dalam pendidikan kita sejak lama. Misalnya, mengajak murid untuk hening dan berdoa sebelum memulai pelajaran, melakukan berbagai kegiatan literasi, mencintai alam, berolah-seni maupun berolahraga, dan lain sebagainya.

Kesadaran penuh (mindfulness) dapat dilatih dan ditumbuhkan melalui berbagai kegiatan. Artinya, kita dapat melatih kemampuan untuk memberikan perhatian yang berkualitas pada apa yang kita lakukan. Kegiatan-kegiatan seperti latihan menyadari nafas (mindful breathing); latihan bergerak sadar (mindful movement), yaitu bergerak yang disertai kesadaran tentang intensi dan tujuan gerakan; latihan berjalan sadar (mindful walking) dengan menyadari gerakan tubuh saat berjalan, dan berbagai kegiatan sehari-hari yang mengasah indera (sharpening the senses) dengan melibatkan mata, telinga, hidung, indera perasa, sensori di ujung jari, dan sensori peraba kita. Kegiatan-kegiatan di atas seperti bernapas dengan sadar, bergerak dengan sadar, berjalan dengan sadar dan menyadari seluruh tubuh dengan sadar dapat diawali dengan cara yang paling sederhana yaitu dengan menyadari nafas. Penjelasan lebih lanjut tentang pembelajaran Sosial emosional dapat di simak disini