Blog ini untuk menyimpan karya-karya yang bermanfaat untuk diri penulis dan juga untuk orang lain
Senin, 05 September 2022
Rabu, 30 Juni 2021
Aksi Nyata 3.3 Perancangan Program Yang Berpihak Pada Murid
LAPORAN AKSI
NYATA MODUL 3.3
WORKSHOP PENYUSUNAN RPP
BERDIFERESIASI BERMUATAN KSE BAGI GURU DI SMP NEGERI 3 PETANG TAHUN 2021
A.
Peristiwa
(fact)
1.
Latar
Belakang tentang Situasi yang di hadapi
Untuk dapat
melaksanakan pembelajaran dengan baik guru sudah seharusnya membuat persiapan
yang matang. Salah satu hal penting yang menjadi bagian dari persiapan
pembelajaran adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Fenomena yang ada selama
ini, RPP yang dibuat oleh guru hanya sebatas memenuhi kewajiban administrasi.
Berdasarkan hasil
wawancara, pengamatan, dan observasi yang dilakukan kepada rekan-rekan guru di
SMP Negeri 3 Petang pada tahun pelajaran 2020/2021, RPP yang dibuat oleh guru
sebagian besar merupakan hasil mendownload dari internet dan juga copy pasta
dari sekolah lain. Hal ini tentunya kurang memberikan pengaruh baik pada guru
dan murid karena RPP itu belum sepenuhnya mewakili keadaan sekolah dan siswa
yang sebenarnya.
Selain itu ketika
dilakukan penyebaran angket kepada siswa, nampaknya siswa lebih senang belajar
jika guru memberikan tugas-tugas yang sesuai dengan bakat dan minat mereka.
Sehingga semestinya guru merancang pembelajaran yang mampu mengakomodasi hal
tersebut. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat mengakomodasi bakat,
minat murid adalah pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi
adalah usaha
untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan
belajar individu setiap murid (Tomlinson, 2000). Dengan memperhatikan kesiapan,
minat dan profil belajar murid, seoerang guru dapat menyelenggarakan
pembelajaran ini.
Selain itu siswa juga menginginkan
suasana pembelajaran yang santai, menyenangkan namun terarah yang selama ini
sangat jarang mereka rasakan (lebih mengarahkan kondisi sosial-emosional di
kelas). Murid lebih terkesan menerima perintah dari guru, tugas-tugas juga
sudah ditentukan terpaku pada acuan yang diberikan guru. Sehingga pembelajaran
terkesan kurang berpihak kepada mereka.
Pembelajaran akan
berjalan dengan baik jika kita merencanakan dengan baik. Namun dari kenyataan
yang ada yaitu guru lebih senang dengan RPP yang sudah jadi baik dengan meminta
dari sekolah lain atau pun hasil mendownload, sudah barang tentu guru akan
mengalami kendala ketika diajak untuk menyusun RPP dari awal. Karena minimnya
pengalaman dan pengetahuan, maka sudah selaknyalah diadakan suatu kegiatan yang
mampu memberikan pengetahuan dan pengalaman bagi para guru untuk menyusun RPP
agar RPP yang disusun lebih mencerminkan situasi dan kondisi sekolah dan juga
tentunya akan memudahkan siswa untuk belajar dan lebih berpihak pada siswa
yaitu melalui kegiatan “Workshop Penyusunan RPP Berdiferensiasi bermuatan
Pembelajaran Sosial-Emosional bagi guru di SMP Negeri 3 Petang.
2.
Alasan
Mengapa melakukan aksi nyata
Aksi nyata ini dilakukan dengan alasan 1). Ingin
merubah kebiasaan guru dalam menyiapkan RPP, 2) ingin menambah pengetahuan guru
dalam menyiapkan pembelajaran berdiferensiasi, 3) ingin menambah pengetahuan
guru tentang pembelajaran social-emosional, 4) ingin meningkatkan keterampilan
guru dalam menyusun RPP berdiferensiasi, 5) ingin mengembangkan program
pembelajaran yang berpihak pada murid
3.
Hasil
Aksi Nyata yang Dilakukan
3.1
Deskripsi
Aksi Nyata
1.
Nama
Kegiatan
Workshop Penyusunan RPP
Berdiferesiasi Bermuatan KSE Bagi Guru di SMP Negeri 3 Petang Tahun 2021.
2.
Pelaksanaan
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu sampai Sabtu,
23-26 Juni 2021.
3.
Peserta
Seluruh guru SMP Negeri 3 Petang yang berjumlah 16
orang
4.
Metode
Metode yang digunakan dalam kegiatan
ini:
a. Ceramah,
digunakan saat penyajian materi
b. Diskusis,
digunakan saat setelah penyajian materi
c. Penugasan,
digunakan saat peserta mendapat tugas
d. Presentasi,
digunakan untuk menyajikan hasil kerja guru
5.
Nara
Sumber
Nara sumber berasal dari unsur pengawas
sekolah atas nama I Wayan Pasta, S.Pd.,M.Pd dan salah satu guru SMP Negeri 3
Petang I Gede Joniarta, S.Pd.,M.Pd
6.
Kepanitiaan
Panitia berasal dari unsur guru dan
pegawai SMP Negeri 3 Petang, yang terdiri atas Penanggung jawab, koordinator,
ketua, sekretaris, bendahara dan anggota. Susunan kepanitia ditentukan
berdasarkan hasil rapat.
7.
Materi
Materi yang disajikan dalam kegiatan ini antara lain:
a. Kebijakan
Pemerintah Kabupaten Badung dalam bidang pendidikan
b. Overview
pembelajaran Berdiferensiasi
c. Overview
Pembelajaran Sosial Emosional
d. Teknik
penyusunan RPP berdiferensiasi bermuatan KSE
e. Praktik
penyusunan RPP berdiferensiasi bermuatan KSE
8.
Jadual
|
No |
Hari/Tanggal |
Alokasi
Waktu |
Materi/Kegiatan |
Penyaji |
|
1 |
Senin, 21 Juni 2021 |
07.30-08.30 |
Persiapan
Pembukaan |
Panitia |
|
08.30-09.00 |
Pembukaan |
Kadisdik |
||
|
09.00-10.00 |
Renstra
Disdikpora |
Kadisdik |
||
|
10.00-10.30 |
Istirahat
snack |
Panitia |
||
|
10.30-13.00 |
Konsep
Dasar Kur.2013 |
Nara
Sumber |
||
|
13.00-13.30 |
Makan
Siang |
Panitia |
||
|
13.30-15.00 |
Review
Kurikulum satuan Pendidikan |
Nara
Sumber |
||
|
15.00-17.00 |
Review
Kurikulum satuan Pendidikan |
Nara
Sumber |
||
|
2 |
Selasa, 22 Juni 2021 |
07.30-10.00 |
Overview
Pembelajaran Berdiferensiasi |
Nara
Sumber |
|
10.00-10.30 |
Istirahat
snack |
Panitia |
||
|
10.30-13.00 |
Overview
Pembelajaran Berdiferensiasi |
Nara
Sumber |
||
|
13.00-13.30 |
Makan
Siang |
Panitia |
||
|
13.30-15.00 |
Overview
Pembelajaran Berdiferensiasi |
Nara
Sumber |
||
|
15.00-17.00 |
Overview
Pembelajaran Berdiferensiasi |
Nara
Sumber |
||
|
3 |
Rabu, 23 Juni 2021 |
07.30-10.00 |
Overview
Pembelajaran Sosial Emosional |
Nara
Sumber |
|
10.00-10.30 |
Istirahat
snack |
Panitia |
||
|
10.30-13.00 |
Overview
Pembelajaran Sosial Emosional |
Nara
Sumber |
||
|
13.00-13.30 |
Makan
Siang |
Panitia |
||
|
13.30-15.00 |
Overview
Penyusunan RPP Berdiferensiasi bermuatan KSE |
Nara
Sumber |
||
|
15.00-17.00 |
Overview
Penyusunan RPP Berdiferensiasi bermuatan KSE |
Nara
Sumber |
||
|
4 |
Kamis 24 Juni 2021 |
07.30-10.00 |
Penyusunan
RPP Berdiferensiasi bermuatan KSE |
Nara
Sumber |
|
10.00-10.30 |
Istirahat
snack |
Panitia |
||
|
10.30-13.00 |
Penyusunan
RPP Berdiferensiasi bermuatan KSE |
Nara
Sumber |
||
|
13.00-13.30 |
Makan
Siang |
Panitia |
||
|
13.30-15.00 |
Presentasi
hasil Penyusunan RPP |
Nara
Sumber |
||
|
15.00-17.00 |
Validasi
RPP dan kurikulum satuan pendidikan |
Nara
Sumber |
9.
Monitoring
dan Evaluasi
Monitoring
adalah proses rutin pengumpulan data dan pengukuran kemajuan atas objektif
program dan atau memantau perubahan, yang fokus pada proses dan keluaran. Monitoring menyediakan
data dasar untuk menjawab permasalahan, sedangkan evaluasi adalah
memposisikan data-data tersebut agar dapat digunakan dan diharapkan memberikan
nilai tambah. Evaluasi adalah mempelajari kejadian, memberikan
solusi untuk suatu masalah, rekomendasi yang harus dibuat, menyarankan perbaikan.
Namun tanpa monitoring, evaluasi tidak dapat dilakukan karena tidak memiliki
data dasar untuk dilakukan analisis, dan dikhawatirkan akan mengakibatkan
spekulasi, oleh karena itu Monitoring dan Evaluasi harus
berjalan seiring. Pada kegiatan workshop ini monitoring dilakukan dengan
prinsip MELR (Monitoring,
Evaluation, Learning, and Reporting)
3.2
Hasil
Aksi Nyata
Hasil yang
diperoleh selama menjalankan aksi nyata ini adalah: Guru mengembangkan
perangkat pembelajaran berupa RPP Berdiferensiasi bermuatan KSE. Dari 16 orang
guru mata pelajaran, 16 orang (100%) guru sudah menghasilkan RPP berdiferensiasi
bermuatan KSE sesuai dengan format yang diberikan dan perolehan skor rata-rata
sebesa 92,43 dengan kategori sangat baik.
Hasil monitoring yang dilakukan dengan penyebaran
angket kepada peserta workshop diperoleh informasi bahwa kegiatan workshop
berjalan dengan sangat baik dengan skor rata-rata 3,64 dengan kategori sangat
baik ditinjau dari segi persiapan, pelaksanaan.
3.3
Refleksi
Aksi Nyata
Hal baik yang
di dapat dari aksi nyata ini adalah para guru bersemangat untuk mengukuti
kegiatan workshop. Dan para guru juga sudah mampu membuat RPP berdiferensiasi
bermuatan KSE untuk pembelajaran. Namun kendati pun demikian masih ada kekurangan
pada beberapa item yang diminta dalam instrument validasi RPP, dan guru yang
belum mampu mencapai skor maksimal dalam membuat RPP berdiferensiasi bermuatan
KSE diupayakan akan terus dibina melalui pendampingan.
3.4
Rencana
Perbaikan di Masa Mendatang
Berdasarkan
temuan tersebut, maka diambil tindakan perbaikan berupa pendekatan kepada guru
yang bersangkutan dan dilakukan pembimbingan secara mandiri di sekolah serta
melalui telepon.
Bagi guru-guru
yang sudah mampu membuat RPP berdiferensiasi bermuatan KSE diberikan apresiasi
dan penghargaan atas kerja sama dan produk yang dihasilkan
B.
Perasaan
(Feelling)
Saya
merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Karena bagaimana pun juga saya selaku
CGP dapat menerapkan pengetahuan yang saya peroleh selama mengikuti diklat ini
di sekolah saya khususnya dalam kegiatan workshop penyusunan RPP
berdififerensiasi bermuatan KSE. Dan di samping itu juga tugas saya selaku
kepala urusan kurikulum juga dapat diselesaikan dengan baik antara lain untuk
membuat persiapan perangkat pembelajaran pada tahun pelajaran 2021/2022.
C.
Pembelajaran
(Finding)
Pembelajaran
penting yang saya peroleh yaitu bahwa untuk mewujudkan pelaksanaan pembelajaran
yang berpihak pada murid, satu hal penting yang harus disiapkan dengan baik
adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran berupa RPP berdiferensiasi bermuatan
KSE.
D.
Penerapan
Kedepannya (Future)
RPP yang sudah dibuat untuk selanjutnya akan
digunakan dalam pembelajaran mulai tahun pelajaran 2021/2022. Disaat penerapan
RPP berlangsung, para guru juga akan melakukan revisi untuk penyempurnaan RPP
berikutnya. Karena dari tahun ke tahun kondisi dan karakter murid sudah pasti
akan mengalami perubahan sehingga RPP pun harus menyesuaikan dengan karakter
murid yang baru.
.Dokumentasi Kegiatan
Senin, 22 Maret 2021
Senin, 08 Maret 2021
Pembelajaran Sosial dan Emosional
2.2.a.9. Koneksi Antar Materi -
Pembelajaran Sosial dan Emosional
Pembelajaran Sosial dan Emosional
Oleh
I Gede Joniarta_CGP Kab. Badung
Link : https://youtu.be/aJntjJ92vck
Pembelajaran Sosial dan Emosional
adalah pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif seluruh komunitas
sekolah. Proses kolaborasi ini memungkinkan anak dan orang dewasa di sekolah
memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif mengenai
aspek sosial dan emosional. Pembelajaran sosial dan emosional bertujuan untuk :
1) memberikan pemahaman, penghayatan dan kemampuan untuk mengelola emosi, 2) menetapkan
dan mencapai tujuan positif, 3)merasakan dan menunjukkan empati kepada orang
lain, 4) membangun dan mempertahankan hubungan yang positif, serta 5) membuat keputusan yang bertanggung
jawab.
Pembelajaran sosial dan emosional
dapat diberikan dalam tiga ruang lingkup: 1. Rutin: pada saat kondisi yang
sudah ditentukan di luar waktu belajar akademik, misalnya kegiatan lingkaran
pagi (circle time), kegiatan membaca setelah jam makan siang 2. Terintegrasi
dalam mata pelajaran: misalnya melakukan refleksi setelah menyelesaikan sebuah
topik pembelajaran, membuat diskusi kasus atau kerja kelompok untuk memecahkan
masalah, dll. 3. Protokol: menjadi budaya atau aturan sekolah yang sudah
menjadi kesepakatan bersama dan diterapkan secara mandiri oleh murid atau
sebagai kebijakan sekolah untuk merespon situasi atau kejadian tertentu.
Misalnya, menyelesaikan konflik yang terjadi dengan membicarakannya tanpa
kekerasan, mendengarkan orang lain yang sedang berbicara, dll.
Pembelajaran Sosial-Emosional (PSE)
adalah hal yang sangat penting. Pembelajaran ini berisi
keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan anak untuk dapat bertahan dalam masalah
sekaligus memiliki kemampuan memecahkannya, juga untuk mengajarkan mereka
menjadi orang yang baik. PSE mencoba untuk memberikan keseimbangan pada
individu dan mengembangkan kompetensi personal yang dibutuhkan untuk dapat
menjadi sukses. Bagaimana kita sebagai pendidik dapat menggabungkan itu semua
dalam pembelajaran sehingga anak-anak dapat belajar menempatkan diri secara
efektif dalam konteks lingkungan dan dunia. Pandangan kuno menyatakan bahwa
pengetahuan adalah informasi yang dapat ditransfer ke otak seperti jenis
perlengkapan mesin mekanis. Yang benar adalah, pengetahuan bersifat
konstruktif; yang benar adalah semua proses pembelajaran bersifat relasional;
yang benar adalah emosi menarik perhatian, dan perhatian mendorong terjadinya
proses belajar.
PSE adalah mengenai bagaimana kita
menjalankan sekolah. Pembelajaran social emosional adalah tentang pengalaman
apa yang akan dialami siswa, apa yang dipelajari siswa dan bagaimana guru
mengajar. Kita dapat merancang bagaimana sekolah dan ruangan kelasnya,
bagaimana waktu belajar, ruang-ruangan yang ada di sekolah, hubungan dengan
komunitas sekolah dan keluarga dan yang lainnya sebagai tempat pertukaran
pengetahuan, pengetahuan tentang dunia; pengetahuan tentang diri sendiri dan
pengetahuan tentang orang lain yang berinteraksi dengan kita.
Pengalaman-pengalaman tersebut membantu membentuk bagaimana siswa memahami diri
mereka sendiri dan orang lain. Dengan demikian kita berbicara tentang anak
secara utuh. Apakah anak kita memiliki kesadaran diri, apakah mereka memiliki
pemahaman kesadaran sosial, apakah mereka mampu mengambil keputusan yang baik
dan bertanggung jawab. Baru setelah itu, kita membahas mengenai konteks
akademis dan semua keterampilan-keterampilan penting yang kita butuhkan untuk
dapat berhasil dalam hidup. Anak belajar saat hati mereka terbuka, terhubung
dengan lingkungan sekitar serta adanya tujuan. Belajar adalah keajaiban.
Melalui pembelajaran sosial-emosional, kita menciptakan kondisi yang
mengizinkan semua anak mengakses keajaiban tersebut.
Pembelajaran
Sosial dan Emosional berbasis Kesadaran Penuh (Mindfulness Based Social
Emotional Learning). Kesadaran penuh (mindfulness) muncul saat seorang sadar
sepenuhnya pada apa yang sedang dikerjakan, atau dalam situasi yang menghendaki
perhatian yang penuh. Misalnya, seorang anak yang terlihat asyik bermain peran
dengan menggunakan boneka tanpa terganggu oleh suara sekitarnya, murid yang
sedang memainkan musik, menikmati alur cerita dalam bacaan, menikmati segelas
teh hangat, atau menikmati pemandangan matahari terbenam, atau guru yang sedang
mendengarkan murid dengan penuh perhatian. Intinya adalah adanya perhatian yang
dilakukan secara sadar dengan dilandasi rasa ingin tahu dan kebaikan. Latihan
berkesadaran penuh (mindfulness) menjadi sangat relevan dan penting bagi
siapapun untuk dapat menjalankan peran dan tanggung jawabnya dengan bahagia dan
optimal. Ini termasuk bagi pendidik, murid bahkan juga untuk orangtua. Latihan
tersebut sebenarnya sudah banyak diterapkan dalam pendidikan kita sejak lama. Misalnya,
mengajak murid untuk hening dan berdoa sebelum memulai pelajaran, melakukan
berbagai kegiatan literasi, mencintai alam, berolah-seni maupun berolahraga,
dan lain sebagainya.
Kesadaran penuh (mindfulness) dapat
dilatih dan ditumbuhkan melalui berbagai kegiatan. Artinya, kita dapat melatih
kemampuan untuk memberikan perhatian yang berkualitas pada apa yang kita
lakukan. Kegiatan-kegiatan seperti latihan menyadari nafas (mindful breathing);
latihan bergerak sadar (mindful movement), yaitu bergerak yang disertai
kesadaran tentang intensi dan tujuan gerakan; latihan berjalan sadar (mindful
walking) dengan menyadari gerakan tubuh saat berjalan, dan berbagai kegiatan
sehari-hari yang mengasah indera (sharpening the senses) dengan melibatkan
mata, telinga, hidung, indera perasa, sensori di ujung jari, dan sensori peraba
kita. Kegiatan-kegiatan di atas seperti bernapas dengan sadar, bergerak dengan
sadar, berjalan dengan sadar dan menyadari seluruh tubuh dengan sadar dapat
diawali dengan cara yang paling sederhana yaitu dengan menyadari nafas. Penjelasan lebih lanjut tentang pembelajaran
Sosial emosional dapat di simak disini






