Tampilkan postingan dengan label Materi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Februari 2021

Sistem Reproduksi Manusia Kelas IX SMP


Sistem Reproduksi Manusia




A. Pembentukan sel gamet

Klik Disini untuk melanjutkan.

Kemampuan reproduksi manusia bertujuan untuk menghasilkan keturunan. Dan organ reproduksi pada pria dan wanita memiliki peranan penting dalam proses reproduksi itu sendiri.

B. Organ Reproduksi
Organ reproduksi manusia, baik pria maupun wanita, memiliki sistem kerja yang berbeda satu sama lain. Masing-masing memiliki fungsi dan keunikannya sendiri secara genetik. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan berikut.

Sistem Reproduksi Wanita Bagian Luar















Gambar  01. Organ reproduksi wanita 
Sumber : https://kumparan.com/berita-hari-ini/sistem-reproduksi-manusia-penjelasan-dan-bagian-bagiannya-1ughfzpdLNT

1. Labium Mayor dan Labium Minor

Labium mayor dan labium minor merupakan lapisan terluar yang melindungi organ reproduksi wanita. Labium mayor ini ditumbuhi rambut kemaluan.

Pada labium mayor terdapat cairan lubrikasi yang dihasilkan oleh kelenjar keringat dan kelenjar minyak. Sedangkan labium minor berukuran lebih kecil dan letaknya jauh lebih dalam dari labium mayor.

2Klitoris

Klitoris merupakan tonjolan kecil yang sangat sensitif terhadap rangsangan. Klitoris ada di bagian atas pertemuan labia mayor dan labia minor. Sama seperti penis pada pria, klitoris juga mampu mengalami ereksi dan stimulasi.

3. Hymen
Hymen merupakan sekat antara organ genital luar dan genital dalam. Hymen adalah suatu selaput yang melindungi vagina dan memiliki banyak pembuluh darah.

Sistem Reproduksi Wanita Bagian Dalam

  1. Ovarium
Ovarium merupakan bagian penting dalam sistem reproduksi wanita. Dalam menjalankan fungsinya sebagai organ reproduksi, ovarium bertugas menghasilkan sel telur (ovum) yang nantinya akan dibuahi oleh sel sperma.
Selain itu, ovarium juga memproduksi hormon-hormon yang berperan dalam reproduksi wanita. Dalam siklus menstruasi normal, indung telur melepaskan sel telur setiap 28 hari atau lebih.
  1. Tuba Fallopi
Tuba fallopi merupakan saluran yang berfungsi sebagai tempat keluarnya ovum atau sel telur dari ovarium. Pada saluran tuba fallopi inilah sel telur akan dibuahi sperma. Kemudian setelah terjadi fertilisasi, terbentuk zigot yang akan berjalan menuju dinding rahim.
  1. Uterus
Uterus atau biasa disebut dengan istilah rahim ialah organ di mana zigot mengalami perkembangan. Uterus terletak di antara kandung kemih dan rektum. Rahim berbentuk buah pir dan merupakan organ berongga.
Dinding uterus tersusun oleh endometrium dan otot polos. Sel-sel yang menyusun uterus ini bersifat elastis, sehingga ukurannya bisa membesar dan mengecil.
  1. Vagina
Vagina merupakan saluran elastis dan berotot yang terletak di antara lubang uretra dan rektum. Vagina bagian atas terhubung dengan leher rahim, sementara di sisi lainnya langsung menuju bagian luar tubuh.
Saat berhubungan seksual, vagina akan memanjang dan melebar untuk menerima penetrasi. Vagina akan membuka jalan sperma dan menjadi jalan keluar janin saat dilahirkan.
Sistem Reproduksi Pria Bagian Luar
Gambar 02 : Organ Reproduksi Pria
Sumber : https://kumparan.com/berita-hari-ini/sistem-reproduksi-manusia-penjelasan-dan-bagian-bagiannya-1ughfzpdLNT/full
  1. Skrotum
Skrotum merupakan organ reproduksi pria yang ada di bagian luar. Skrotum berfungsi sebagai pelindung testis. Selain itu, skrotum juga memiliki peran dalam mengatur suhu testis.
  1. Penis
Penis merupakan organ vital pada pria yang digunakan untuk berhubungan seks. Ketika terjadi rangsangan, bagian korpus yang tersusun oleh jaringan erektil membuat penis menjadi ereksi. Penyebabnya karena adanya aliran darah yang memasuki jaringan tersebut.

Sistem Reproduksi Pria Bagian Dalam

  1. Testis
Testis juga disebut dengan istilah buah zakar. Testis merupakan organ reproduksi pada pria yang menghasilkan sel sperma dan hormon yang berkaitan dengan reproduksi pria. Testis terletak di dalam skrotum dan dilindungi oleh skrotum.
  1. Epididimis
Epididimis adalah sebuah saluran panjang dan berkelok-kelok yang memiliki fungsi penting dalam sistem reproduksi pria. Epididimis disebut sebagai tempat pematangan dan penyimpanan sperma. Setelah sperma matang, sperma dikeluarkan dari epididimis.
  1. Vas Deferens
Vas deferens merupakan saluran yang menuju kelenjar prostat. Dilihat dari penampang anatomi, vas deferens merupakan saluran lanjutan dari epididimis. Vas deferens ini berfungsi menyalurkan sperma menuju kelenjar vesikula seminalis.
  1. Saluran Ejakulasi
Saluran ejakulasi merupakan saluran yang menghubungkan dari vas deferens sampai uretra. Uretra merupakan saluran untuk mengeluarkan sperma dan urin menuju penis. Jadi, ekskresi urin dan sperma keluar melalui saluran yang sama.


C. Gangguan dan Penyakit

Penyakit reproduksi adalah penyakit yang terjadi pada organ-organ reproduksi. Organ-organ reproduksi wanita meliputi sel telur, ovarium, tuba fallopi, uterus dan vagina. Organ reproduksi pria terdiri dari sperma, testis, epididimis, vas deferens, uretra, dan penis. Penyakit reproduksi wanita sering kali juga meliputi bagian payudara. Berikut penyakit pada sistem reproduksi manusia yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber

1. Vaginitis

Vaginitis adalah penyakit pada sistem reproduksi wanita dengan kondisi vagina yang mengalami infeksi. Infeksi pada vagina disebabkan oleh beberapa jenis mikroorganisme, yaitu seperti bakteri, jamur, dan parasit. Penyakit pada sistem reproduksi ini bisa menyerang vagina langsung atau melalui perineum. Penyakit vaginitis bisa disebabkan oleh jamur Candida Albicans, bakteri Gardnerella, parasit Trichomonas Vaginalis, dan virus. Penderita vaginitis memiliki beberapa gejala yang bisa diamati. Beberapa gejala penyakit vaginitis seperti nyeri hebat pada vagina, disuria, pruritas di vulva, ruam bibir vagina, edema vukva, vagina bau busuk, dan perdarahan vagina.

2. Condiloma Accuminata

Condiloma Accuminata adalah penyakit pada sistem reproduksi wanita yang disebabkan oleh virus yang tak asing lagi. Virus yang dimaksud adalah virus Human Papiloma.

Virus tersebut juga merupakan virus penyebab kutil. Wanita yang mengalami penyakit condiloma accuminata sebaiknya segera diobati. Hal ini dikarenakan obat condiluma accuminta bisa berkembang menjadi kanker pada organ lainnya seperti rahim wanita.

3. Kanker ovarium

Kanker ovarium juga termasuk ke dalam penyakit pada sistem reproduksi wanita. Penyakit ini berawal dari kista ovarium yang merupakan tumor jinak dan kecil di dalam rahim.

Kista ovarium yang paling sering terjadi adalah kista dermoid, kista lutein, dan kista cokelat. Tumor jinak atau kista ovarium tersebut lambat laun akan berkembang menjadi semakin besar dan ganas yang menjadi kanker ovarium.

Tumor ganas ovarium (kanker ovarium) dengan ukuran besar dapat menyebabkan kelainan letak janin. Penyebab penyakit kanker ovarium disebabkan oleh gaya hidup yang keliru, asupan, kurang olahraga, dan lainnya. Berhati-hatilah kamu jika memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur karena itu merupakan gejala dari penyakit kanker ovarium.

4. Kanker serviks

Kanker serviks adalah penyakit pada sistem reproduksi wanita yang juga umum terjadi. Penyakit ini disebabkan karena adanya sel-sel abnormal yang tumbuh pada lapisan epitel serviks. Sel abnormal tersebut akan terus tumbuh dengan ganas.

Hal tersebut membuat jaringan yang ada di sekitar leher rahim jadi kurang berfungsi. Pengobatan kanker serviks umumnya dilakukan dengan mengangkat rahim, oviduk, ovarium, sepertiga dari vagina (bagian atas).

5. Kanker Payudara

Kanker payudara adalah salah satu penyakit pada sistem reproduksi wanita. Meski pria juga memiliki payudara, namun penyakit yang satu ini lebih rentan menyerang wanita sebab jaringan lemak pada payudara wanita jauh lebih besar jika dibandingkan dengan pria.

 Prostatitis

Penyakit pada sistem reproduksi pria yang umumnya sering terjadi adalah prostatitis. Prostatitis adalah penyakit pada sistem reproduksi pria di mana kelenjar prostat mengalami infeksi.

Penyebab dari prostatitis adalah bakteri. Bakteri yang menginfeksi kelenjar prostat pria adalah E. coli, Klebsiella, dan Proteus. Pria yang mengalami prostatitis akan memiliki beberapa gejala seperti sulit ejakulasi, gagal ereksi, disuria, dan demam.

7. Epididimitis

Penyakit pada sistem reproduksi pria yang disebabkan karena adanya infeksi pada organ reproduksi pria. Penyakit tersebut adalah epididimitis. Epididimitis adalah kondisi di mana bagian epididimis mengalami peradangan.

Beberapa bakteri yaitu Chlamydia trachomatis, E. coli, dan Neisseria gonorrhoeae adalah jenis bakteri yang sering menyebabkan penyakit epididimitis. Penyakit ini sering menimpa para pria yang suka berganti-ganti pasangan seks.

Ada beberapa gejala dari penyakit epididimitis, yaitu nyeri pada testis, ada darah di dalam sperma, sakit saat ejakulasi, nyeri pada testis, dan disuria.

8. Sifilis

Penyakit pada sistem reproduksi lainnya adalah sifilis. Penyakit sifilis juga biasa disebut ‘raja singa’. Sifilis bisa terjadi karena aktivitas seksual. Selain itu, bisa juga karena transfusi darah. Bakteri yang menyebabkan sifilis adalah bakteri Reponema Pallium.

9. Gonorhea

Gonorhea atau kencing nanah juga merupakan penyakit reproduksi pria yang sering terjadi. Penyebab dari gonorhea adalah bakteri Neisseria Gonorrheae. Penyakit ini ditularkan melalui aktivitas seksual yang bebas dan menyimpang.

10. Hipogonadisme

Penyakit pada sistem reproduksi lainnya pada pria adalah hipogonadisme. Hipogonadisme adalah kondisi di mana testis pria tidak dapat memproduksi hormon testosteron yang cukup. Masalah ini bisa dialami sejak janin berkembang di perut.


Daftar Pustaka

https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_pendidikan_1_dir/a111827bd036753b61b3a63e7580e8a4.pdf

https://kumparan.com/berita-hari-ini/sistem-reproduksi-manusia-penjelasan-dan-bagian-bagiannya-1ughfzpdLNT/full


http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/711/4/BAB%20II.pdf

https://www.liputan6.com/health/read/3915639/penyakit-pada-sistem-reproduksi-manusia-yang-harus-diwaspadai-kenali-jenis-jenisnya



Rabu, 27 Februari 2013

Kelangsungan Hidup Organisme




Plaque: BAB II 





KELANGSUNGAN HIDUP ORGANISME

Rounded Rectangle: Standar Kompetensi  :  Mengaplikasikan konsep pertumbuhan, kelangsungan  hidup,   dan pewarisan sifat pada organisme, serta kaitannya dengan lingkungan, teknologi dan masyarakat.

Kompetensi Dasar      
7.2 Mengidentifikasi kelangsungan hidup organisme melalui    adaptasi, seleksi alam dan perkembangbiakan.

Indikator                  
1.	Mengaitkan cara-cara adaptasi pada beberapa hewan dan tumbuhan
2.	Mempredikasi punahnya beberapa jenis mahluk hidup 
3.	Memberikan dua contoh tumbuhan yang hampir punah
4.	Menjelaskan peranan perkembangbiakan bagi kelangsungan hidup
5.	Mengaitkan perilaku hewan tertentu di lingkungannya dengan kelangsungan hidup.


 


















 MATERI PEMBELAJARAN

Kelangsungan hidup organisme terlihat dari kenyataan tetap lestarinya jenis organisme melalui suatu proses yang disebut dengan adaptasi, seleksi alam dan perkembangbiakan ( reproduksi). Kemampuan dan strategi organisme dalam mempertahankan hidupnya berbeda-beda. Ada organisme yang mempunyai keturunan dalam jumlah yang banyak, ada pula yang mempunyai keturan dalam jumlah sedikit. Ada organisme yang selalu dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya, meskipun kondisi dan suasana lingkungan tempat tinggalnya selalu berubah. Tetapi ada pula yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan tersebut. Dengan terjadi fenomena perubahan lingkungan, maka dapat dikatakan bahwa alam melakukan seleksi yang ketat terhadap setiap oeganisme di  muka bumi ini      ( Natural selection ).

A.  Adaptasi Mahluk Hidup Terhadap Lingkungannya

Habitat adalah tempat hidup suatu makhluk hudup. Makhluk hidup yang sudah terbiasa dengan habitatnya, sangat sulit untuk dipindahkan ke habitat lain yang keadaannya jauh berbeda dengan habitat aslinya. Namun tidaklah semua mahkluk hidup seperti itu. Ada pengecualian pada beberapa tumbuhan. Misalnya tumbuhan kaktus yang memiliki habitat asli di daerah gurun masih dapat hidup di daerah lain yang memiliki kondisi sangat berbeda dengan keadaan gurun. Hal ini disebut preadaptasi.
Dalam hal kemampuannya beradaptasi, manusia merupakan makhluk yang paling eksis. Hal ini terjadi semata-mata karena manusia memiliki akal dan pikiran yang dapat digunakan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menciptakan suatu alat yang digunakan untuk melindungi dirinya dari kondisi lingkungan yang buruk, dan mengubah situasi lingkungannya agar lebih sesuai untuk dirinya.
Suatu mahluk hidup mampu beradaptasi dengan lingkungannya maka makhluk hidup tersebut berkesempatan untuk berkembang biak sehingga bisa melestarikan jenisnya, bagi yang tidak bisa maka makhluk hidup tersebut terancam kepunahan.
Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup / organisme untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan atau tempat hidupnya ( habitat ). Adaptasi dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :
1.      Adaptasi morfologi adalah penyesuaian bentuk tubuh  atau alat-alat tubuh terhadap lingkungannya. Adaptasi ini terjadi pada hewan dan tumbuhan serta mudah diamati. Contoh bentuk paruh dan kaki burung, bentuk daun serta bnetuk akar pada tumbuhan.
a.      Paruh bebek, disesuaikan dengan jenis makanan. Pada bagian pangkalnya memiliki struktur seperti sisir yang berguna untuk memegang serat makanannya yang licin seperti ikan dan katak dan untuk menyaring makanan dari air dan lumpur.
b.      Kaki bebek, mempunyai selaput renang yang terletak di celah-celah jari-jari kakinya. Bentuk ini disesuaikan dengan lingkungan yang berlumpur sehingga bebek dapat berjalan di atas lumpur.
c.       Paruh burung kolibri, bentukknya kecil, runcing, dan panjang sesuai untuk menghisap madu yang ada pada bunga.
d.      Paruh burung kakak tua, bentukknya disesuaikan dengan jenis makanannya yang berupa biji-bijian dan kacang-kacangan.
e.       Kaki burung kakak tua, memiliki dua jari di depan dan dua jari di belakang untuk menyesuaikan dengan kebiasaannya memanjat.
f.       Paruh burung elang, berbentuk runcing dan agak panjang, untuk mengoyak makanannya yang liat yang berupa daging
g.      Kaki burung elang, ukurannya pendek dan bercakar sangat tajam . Apabila sedang mencekaram mangsa atau daging, jari depannya dapat diputar ke belakang
h.      Paruh ayam dan burung pipit,  bentukknya pendek dan runcing untuk menyesuaikan dengan makanannya yang berupa biji-bijian.
i.        Kaki burung pipit, mempunyai jari-jari yang panjang. Semua jari terletak pada satu bidang yang datar sehingga burung pipit dapat hinggap di ranting-ranting pohon.
j.        Kaki ayam, bentukknya panjang dan tegap.  Hal ini berhubungan dengan kebiasaan ayam yang berjalan di darat.
k.      Paruh burung poksai,  paruhnya agak terbuka disesuaikan jenis makannya yang berupa serangga.
l.        Paruh burung pelican, ujung paruhnya bagian atas melengkung dan paruh bawwahnya mempunyai kantong lemak, yang berfungsi untuk memasukkan ikan yang ditangkap supaya tidak bisa lolos.

Adaptasi morfologi juga terjadi pada serangga. Bagian mulut serangga beradaptasi dengan jenis makanannya. Contohnya  adalah sebagai berikut :
·         Kupu-kupu memiliki alat mulut penghisap yang disebut proboscis
·         Nyamuk memiliki alat mulut penusuk dan penghisap
·         Lipan dan belalang memiliki alat mulut penggigit
·         Kecoak memiliki alat mulut pengunyah dan penggigit

Tumbuhan juga melakukan adaptasi morfologi pada bentuk daun, batang, bunga, dan bijinya. Tumbuhan yang hidup di daerah kering disebut tumbuhan xerofit, contoh tanaman kaktus dan kurma. Tumbuhan ini memiliki ciri sebagai berikut :
·         Berdaun tebal, kecil dan sempit, berlapis lilin ( kutikula ), untuk mengurangi penguapan
·         Batang berdaging tebal, untuk menyimpan cadangan air
·         Akarnya panjang dan lebat, untuk menjangkau air yang jauh

Tumbuhan yang hidup pada tanah yang lembab atau basah disebut tumbuhan higrofit. Contoh tanaman keladi dan beberapa tumbuhan paku. Tumbuhan ini memiliki cirri sebagai berikut :
·         Berdaun lebar dan tipis, terutama untuk mempercepat proses penguapan air melalui daun

Tanaman yang hidup di lingkngan air disebut hidrofit. Contoh bunga teratai dan enceng gondok. Tumbuhan ini memiliki batang berongga untuk saluran udara

2.      Adaptasi fisiologi, adalah penyesuaian diri berupa perubahan proses fisiologi dalam tubuh makhluk hidup untuk menyesuaikan diri  terhadap keadaan lingkungannya. Adaptasi fisiologi pada tumbuhan misalnya dengan mengeluarkan bau yang khas yang dihasilkan oleh bunga, akar dan daun tumbuhan atau berupa nektar yang dihasilkan oleh bunga Biasanya bau khas tersebut dimaksudkan untuk mengundang hewan agar datang kepadanya, supaya proses penyerbukan dapat berlangsung.
Adaptasi fisiologi pada hewan lebih beraneka ragam sesuai dengan jenis hewan dan habitatnya. Contoh adaptasi fisiologi pada hewan adalah osmoregulasi pada ikan dan adanya enzim selulase pada system pencernaan hewan herbivore.
Osmoregulasi adalah pengaturan tekanan osmosis. Tekanan osmosis adalah tekanan yang dihasilkan oleh suatu zat yang terlarut dalam air dan mengakibatkan air dapat menembus suatu membran tipis. Kadar garam ikan yang hidup di air laut lebih rendah dibandingkan dengan kadar garam air laut. Ini berarti tekanan osmosis tubuh ikan lebih rendah dari tekanan osmosis air laut. Sehingga air yang berada pada tubuh ikan dapat keluar melalui membran tipis yang ada di insang. Akibatnya ikan air laut dapat kehilangan air. Untuk mengatasi hal tersebut ikan melakukan adaptasi fisiologi dengan pengaturan osmoregulasi melalui kegiatan “banyak minum, jarang kencing”. Demikian pula sebaliknya pada ikan air tawar. Untuk menyeimbangkan tekanan osmosis di dalam tubuh ikan air tawar yang memiliki tekanan osmosis yang lebih tinggi dari air tawar sebagai tempat hidupnya, maka ikan air tawar melakukan usaha penyeimbangan tekanan osmosis dengan “jarang minum, banyak kecing”.

Hewan pemakan  pemakan tumbuhan ( Herbivora ) melakukan adaptasi fisiologi terhadap jenis makanannya. Makanan yang berupa tumbuhan jauh lebih sulit dicerna dibandingkan dengan makanan yang berasal dari daging, karena dinding sel tumbuhan tersusun atas selulosa yang tebal dan kuat. Oleh karena itu diperlukan suatu saluran pencernaan yang lebih panjang dibandingkan dengan saluran pencernaan hewan karnivora. Usus herbivora juga menghasilakan enzim selulase yang berfungsi untuk mencerna serat tumbuhan.
Toredo navalis yang dikenal dengan nama cacing pengebor memiliki enzim  pencernaan khusus yang dapat mencerna kayu. Cacing tersebut biasanya hidup di kapal atau galangan kapal di lautan, sehingga kapal menjadi rusak.
Pada manusia, adaptasi fisiologi terjadi misalnya pada orang-orang yang tinggal di daerah pegunungan mempunyai jumlah eritrosit yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan orang-orang yang tinggal di dataran rendah, hal ini brtujuan untuk mengatasi kekurangan jumlah oksigen yang berhasil masuk ke dalam tubuh. Contoh lain dari adaptasi fisiologi pada tubuh manusia adalah adanya pergantian sistem kerja dalam sistem ekskresi. Pada waktu suhu udara meningkat, alat ekskresi yang aktif pada tubuh manusia adalah kulit. Pada waktu suhu rendah, alat ekskresi yang lebih aktif adalah ginjal.

3.   Adaptasi Tingkah laku, merupakan cara makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya melalui tingkah laku atau perilakunya. Adaptasi hewan darat dan hewan air dapat diamati dengan mudah.
Adaptasi tingkah laku dapat dijumpai pada hewan mamalia. Semua mamalia bernafas dengan paru-paru. Paus termasuk mamalia. Untuk mendapatkan oksigen dalam jumlah yang memadai, kerapkali paus muncul ke permukaan air secara periodik. Hal ini dilakukan karena paru-paru tidak dapat mengambil oksigen yang larut di dalam air seperti hal dengan insang.
Beberapa contoh adaptasi tingkah laku yang terjadi pada makhluk hidup :
  1. Cecak memutuskan ekornya apabila menghadapi bahaya
  2. Bunglon dapat mengubah warna kulitnya untuk menghindari musuh
  3. Daun alang-alang menggulung apabila udara sangat panas
  4. Badak, gajah, dan kerbau suka berkubang apabila udara sangat panas
  5. Beberapa jenis hewan melakukan istirahat (tidur panjang) disebut dormansi ( pada musim dingin disebut hibernasi, yang terjadi pada ular, beruang kura-kura). Sedangkan pada musim panas disebut estivasi, terjadi pada siput, bekicot, cacing tanah, jahe, bakung dan rerumputan.
  6. Rayap sering memakan kelupasan kulitnya untuk mendapatkan flagellata kembali agar di dalam pencernaannya dihasilkan enzim selulosa.
  7. Pohon jati menggugurkan daunnya pada musim kemarau, sedangkan pada musim penghujan daunnya tumbuh dengan lebat.


Faktor-faktor yang mempengaruhi adaptasi organisme di lingkungan air
  1. Kadar garam ( salinitas)
2.      Suhu ( Temperatur)
3.      Intensitas cahaya
4.      Arus air
5.      Kandungan oksigen terlarut ( Dissolve oxygen )
6.      BOD ( Biological Oxygen Demand )

Faktor yang mempengaruhi adaptasi organisme di lingkungan darat
1. Persediaan air                                              4. Keadaan tanah
2. Suhu                                                            5. Cahaya
3. Kelembaban                                                6. Cuaca/iklim

Perilaku adaptif, adalah perilaku khusus dalam kehidupan hewan yang berakibat bahwa kehidupan menjadi bagian penting dalam warisan evolusioner bagi spesies yang bersangkutan. Yang mempengaruhi perilaku adaftif hewan adalah perilaku makan, perilaku mempertahankan diri, dan perilaku reproduksi.


B. Seleksi Alam

M
akhluk hidup di muka bumi ini harus terus berjuang untuk mempertahankan hidupnya. Diantara sesama makhluk hidup dalam satu lingkungan pasti akan terjadi persaingan terutama dalam hal mencari makanan, tempat tinggal, dan mencari pasangan.  Persaingan itu dikenal dengan istilah  kompetisi. Dalam persaingan tersebut tentunya pasti ada yang mengalami kematian, namun ada pula yang bertahan hidup. Yang mampu bertahan hidup merupakan suatu proses alami yang menunjukkan bahwa makhluk hidup yang bersangkutan mampu mengatasi faktor-faktor pembatas yang ada pada lingkungannnya. Dengan adanya kompetisi dan faktor-faktor pembatas tersebut, seolah-olah alam mengadakan seleksi terhadap semua mahluk hidup yang ada di dalamnya. Makhluk hidup yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya dapat tetap hidup, sedangkan yang tidak mampu menyesuaikan diri, akan mati. Lama – kelamaan karena terus tidak dapat menyesuaikan diri, hewan yang bersangkutan dapat mengalami kepunahan dari muka bumi.
            Seleksi alam adalah proses kelulus hidupan suatu organisme dalam perubahan-perubahan yang tewrjadi di alam. Alam melalui berbagai perubahan cuaca dan kondisinya melakukan seleksi terhadap organisme yang hidup di dalamnya.
Proses perubahan akibat seleksi alam berlangsung sedikit demi sedikitdalamjangka waktu yang sangat lama, sehingga terbentuk spesies baru yang sesuai dengan situasi dan kondisi pada lingkungannya yang baru. Peristiwa perubahan ini disebut dengan evolusi. Setiap perubahan yang terjadi selama proses evolusi, akan diwariskan kepada keturunannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi seleksi alam antara lain : perubahan iklim yang sangat ekstrim, bencana alam, ketersediaan makanan, persaingan/kompetisi, faktor lingkungan.
           

C. Perkembangbiakan Organisme

            Berkembang biak merupakan upaya organisme untuk memperbanyak diri dan mempertahankan / melesterikan jenisnya. Makhluk hidup yang sudah mencapai tingkat kedewasaan, pada umumnya siap dan mampu berkembang biak. Makhluk hidup yang demikian dikatakan fertil atau subur. Perkembang biakan makhluk hidup ada yang melalui perkawinan dan ada pula yang tanpa melalui perkawinan.
            Pada dasarnya perkembangbiakan dapat dibedakan menjadi perkembangbiakan generatif ( secara kawin ) dan perkembangbiakan vegetatif      ( secara tidak kawin ). Perkembangbiakan generatif adalah perkembangbiakan yang ditandai dengan adanya peleburan sel-sel kelamin yaitu sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Sel kelamin jantan dihasilkan oleh induk jantan sedangkan sel kelamin betina dihasilkan oleh induk betina. Setiap sel kelamin membawa sifat-sifat induknya, maka setiap anak (individu) baru yang dihasilkan mempunyai sifat yang berbeda dengan kedua induknya.
            Perkembangbiakan secara vegetatif adalah perkembangbiakan yang terjadi tanpa adanya peleburan gamet jantan dengan gamet betina. Individu yang dihasilkan berasal dari bagian tubuh tumbuhan, sehingga sifat yang dimiliki oleh anak (individu) baru akan sama dengan induknya. Contoh : membelah diri, tunas adventif, merunduk, mencangkok, menempel, stek.
            Makhluk hidup dapat tetap lestari dengan berkembang biak. Bahkan cendrung semakin banyak.  Kemampuan makhluk hidup menghasilkan jumlah keturunan dalam suatu waktu tertentu disebut tingkat reproduksi. Makhluk hidup yang mampu menghasilkan jumlah keturunan  yang sedikit dalam jangka waktu yang lama, dikatakan memiliki tingkat reproduksi yang rendah. Makhluk hidup yang mampu menghasilkan jumlah keturunan yang banyak dalam waktu yang singkat dikatakan memiliki tingkat reproduksi yang tinggi. Contoh, ikan, tikus, ayam.
            Adanya perbedaan tingkat reproduksi, menyebabkan makhluk hidup di muka bumi dapat mengalami perubahan jumlah. Makhluk hidup yang memiliki tingkat reproduksi rendah dapat menyebabkan makhluk tersebut menjadi semakin langaka dan pada akhirnya dapat mengalami kepunahan.
           




Faktor lain yang menyebabkan banyaknya jenis makhluk hidup yang terancam punah adalah rusaknya habitat makhluk hidup tersebut dan perburuan oleh manusia. Contoh hewan yang habitatnya rusak adalah panda di Cina, sedangkan jenis-jenis hewan yang semakin langka karena diburu oleh manusia, antara lain :
·         Gajah dibunuh untuk diambil gadingnya.
·         Burung cendrawasih ditangkap untuk dijual
·         Harimau ditembak dan diambil kulitnya untuk dijadikan pakaian dan hiasan.
·         Rusa ditembak untuk dimakan dagingnya
Perburuan oleh manusia yang sangat berbahaya  dapat terjadi oleh karena ada yang masih percaya dengan suatu mitos, misalnya bahwa cula badak mempunyai khasiat tertentu.Sehingga menyebabkan harga cula badak sangat mahal.
            Pemerintah telah membuat undang-undang perburuan yang bertujuan untuk melindungi kelestarian hidup satwa liar, misalnya berbagai macam burung, hewan-hewan menyusui, ikan, dan hewan melata. Hewan-hewan tersebut tidak boleh ditangkap apalagi diperjual-belikan.




TAGIHAN 2

Adaptasi Organisme
A. Tujuan                    : Mengamati cara-cara adaptasi   hewan dan tumbuhan
B. Alat dan Bahan      : Buku acuan biologi dan alat tulis
C. Waktu                     : 2 Jam pelajaran
D. Cara Kerja
                        a. Bacalah buku acuan yang bawa dengan seksama !
                        b. Diskusikan dengan kelompok masing-masing !
            c. Lengkapi tabel pengamatan, dengan memberi tanda ( v ) pada kolom yang  sesuai !
E. Pertanyaan
     1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan adaptasi morphologi, fisiologi dan  tingkah laku ?
2. Organisme manakah yang mengalami adaptasi morphologi, berdasarkan pengamatan anda ?
3.  Organisme manakah yang mengalami adaptasi fisiologi, berdasarkan pengamatan anda ?
4. Organisme manakah yang mengalami adaptasi tingkahlaku, berdasarkan pengamatan anda ?
5.  Bagaimanakah kesimpulanmu dari kegiatan ini ?