Rabu, 07 September 2022

Modul Proyek Kearifan Lokal SMP Negeri 3 Petang

 Budidaya Empon-Empon SMP Negeri 3 Petang Tema 

Proyek 1: Kearifan Lokal 

UNTUK KELAS VII SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2022/2023 

Oleh: Tim Penyusun


TUJUAN, ALUR, DAN TARGET PENCAPAIAN 

Budidaya empon-empon menjadi salah satu projek yang menarik untuk dilakukan sebagai aktivitas pembelajaran berbasis kearifan lokal untuk membentuk Profil Pelajar Pancasila. Melalui proyek ini, peserta didik diharapkan dapat mengembangkan dan mencapai secara spesifik dimensi Profil Pelajar Pancasila yakni dimensi beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berahlak mulia, berkebhinekaan global, dan bergotong royong Proyek ini mengikuti tahapan yaitu: pengenalan, kontekstualisasi, aksi, refleksi dan tindak lanjut. Pada tahap pengenalan peserta didik akan belajar mengenali tanaman empon-empon dan membangun kesadaran terhadap kearifan lokal di daerah sekitarnya dan Indonesia. Selanjutnya peserta didik melalui kontekstualisasi yaitu peserta didik menggali informasi dilingkungan sekitar mengenai jenis tanaman empon-empon yang sesuai dengan keadaan geografis dan kondisi daerahnya. Pada tahapan aksi, peserta didik merumuskan peran yang dapat dilakukan untuk melakukan aksi nyata dalam membudidayakan empon-empon. Tahapan refleksi ini dilakukan dengan proses berbagi karya, melakukan evaluasi serta refleksi diri. tahapan terakhir adalah peserta didik melakukan tindak lanjut dengan menyusun langkah strategis dalam pemeliharaan empon-empon yang telah ditanam. Dengan mengangkat tema kearifan lokal dan mengacu pada dimensi profil pelajar Pancasila, Projek "Budidaya Empon-Empon" ini bertujuan untuk mengangkat nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Indonesia melalui tanaman empon-empon yang dipercaya masyarakat lokal secara turun-temurun memberikan efek yang baik bagi kesehatan.

Dimensi, Elemen, Sub Elemen Profil Pelajar Pancasila Kearifan Lokal Fase D


KERANGKA PENGALAMAN BELAJAR



Panduan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Guru SMP (Fase D)

BUDIDAYA EMPON-EMPON

Empon-empon ramai dibicarakan selama masa pandemi. Banyak olahan emponempon dicari oleh masyarakat yang dipercaya dapat meningkatkan imunitas tubuh untuk menangkal virus yang masuk ke tubuh. Sejak munculnya corona di tahun 2020 di Indonesia, empon-empon ramai dicari oleh masyarakat dan menjadikannya sebagai penangkal virus corona. Apakah sebenarnya tanaman empon-empon itu sendiri? Menurut KBBI, emponempon adalah rimpang yang digunakan sebagai bahan ramuan tradisional seperti jahe, temulawak dan jenis lainnya. Empon-empon berasal dari Bahasa Jawa dari kata 'empu' yang berarti rimpang induk atau akar tinggal. Empon-empon ada banyak jenisnya, bahkan mencapai 283 jenis yang tercatat di Indonesia. Namun dari sekian banyak jenis empon-empon, terdapat empat jenis empon-empon yang paling banyak dikenal masyarakat, terutama karena berkhasiat sebagai obat. Dikutip dari Kompas.com, empat jenis empon-empon yang populer di masyarakat adalah jahe, kunyit, kencur dan temulawak. Masing-masing emponempon tersebut memiliki karakteristik dan khasiat tersendiri. Perubahan pola hidup menjadi kembali ke Alam (back to nature) dan mahalnya obatobatan modern menyebabkan tanaman biofarmaka (empon-empon) tersebut mulai dilirik dijadikan bahan alternatip untuk pengobatan, menyebakan permintaannya meningkat. Dari jaman dulu jamu empon empon ini sudah biasa digunakan masyarakat di Nusantara sebagai obat tradisional untuk mengatasi masalah kesehatan pada tubuh, karena dengan mengkonsumsi minuman atau ramuan yang berbahan empon empon seperti jamu tradisional secara rutin dipercaya dapat memperkuat sistem imun tubuh, sehingga tubuh tidak mudah lelah atau sakit. Lalu bagaimana tanaman empon-empon dibudidayakan? Yuk lakukan budidaya empon-empon yang cocok dengan lingkunganmu! 



Klik disini untuk download